 |
| Kampung naga tasikmalaya |
Kampung Naga, sebuah desa adat di Tasikmalaya, Jawa Barat, adalah salah satu destinasi wisata budaya yang menawarkan pengalaman unik bagi para pengunjung. Kampung ini terkenal dengan kehidupan masyarakatnya yang masih memegang teguh adat tradisi leluhur dan kearifan lokalnya di tengah arus modernisasi.
 |
| 400 Anak Tangga kampung naga foto doc.www.linasasmita.com |
 |
| Jalan menuju kampung naga setelah melewati anak tangga |
 |
| Citruk khas tasikmalaya klik 👆 u/ pembelian |
Kampung Naga terletak di Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. Lokasinya berada di lembah sungai Ciwulan, sekitar 30 km dari Kota Tasikmalaya. Akses menuju Kampung Naga cukup mudah, karena terletak di jalur utama yang menghubungkan Tasikmalaya dan Garut. Dari jalan raya, Anda harus menuruni sekitar 400 anak tangga untuk mencapai kawasan kampung Naga. Sepanjang perjalanan, akan disuguhkan pemandangan alam yang indah dan udara yang sejuk.
 |
| Rumah adat kampung naga |
 |
| Masjid kampung naga |
 |
| Seblak tasikmalaya klik 👆 u/ pembelian |
 |
| Rumah kampung naga |
Rumah-rumah di Kampung Naga memiliki desain seragam dan dibangun dengan prinsip tradisional serta kesetaraan antar warga. Bangunannya terbuat dari kayu dan bambu, dengan atap ijuk atau daun kelapa, serta menghadap ke arah utara atau selatan.
 |
| Rumah warga kampung naga |
 |
| Rumah warga kampung naga |
 |
| tutug oncom khas tasikmalaya klik 👆 u/ pembelian |
 |
| Suguhan Minum teh kampung naga rasanya pahit |
 |
| Bersama pemandu di dapur warga kampung naga |
Salah satu hal menarik dari Kampung Naga adalah adanya pantangan untuk menggunakan teknologi modern dan memodifikasi tata ruang kampung. Masyarakat percaya bahwa melanggar pantangan tersebut dapat mengganggu keseimbangan kehidupan mereka. Penduduk Kampung Naga hidup tanpa listrik, mengandalkan alat tradisional untuk kebutuhan sehari-hari. Mereka menjaga pola hidup sederhana dan bergantung pada hasil alam, seperti bertani dan beternak.
 |
| Dodol garut klik 👆 u/ pembelian |
 |
| Penerangan di kampung naga |
 |
| dodol garut klik 👆 u/ pembelian |
 |
| Rumah warga di kampung naga |
 |
| menggunakan alat tradisional di kampung naga |
 |
menggunakan alat tradisional di kampung naga
|
Sungai Ciwulan yang mengalir di dekat kampung menjadi sumber air utama bagi mereka. Upacara adat, seperti "hajat bumi" dan "bersih desa," dilaksanakan secara rutin untuk menghormati leluhur. Selain itu, adat istiadat mengatur kehidupan sehari-hari, mulai dari tata cara bertani hingga hubungan sosial.
 |
Berternak ayam kampung naga
|
 |
Kandang ayam kampung naga
|
 |
| Chocodot cokelat dodol klik 👆 u/ pembelian |
 |
| Bercocok tanam kampung naga |
 |
| Bercocok tanam kampung naga |
Masyarakat Kampung Naga sangat menjaga lingkungan dengan prinsip-prinsip ekologis. Tidak membuang sampah sembarangan. Menggunakan bahan-bahan alami untuk kebutuhan sehari-hari serta menjaga kelestarian hutan larangan sebagai sumber air dan kehidupan.
 |
| Berternak ikan kampung naga |
 |
| air dingin dan segar kampung naga |
 |
| Ladu khas tasikmalaya klik 👆 u/ pembelian |
Hutan Larangan adalah area sakral yang tidak boleh dimasuki oleh siapa pun kecuali dalam ritual adat tertentu. Hutan ini menjadi simbol harmoni antara manusia dan alam
 |
| Hutan larangan kampung naga |
 |
| sungai ciwulan kampung naga |
 |
| burayot khas tasikmalaya klik 👆 u/ pembelian |
 |
| hasil karya warga kampung naga |
Masyarakat Kampung Naga membatasi jumlah penduduk agar kampung tetap terjaga. Jika populasi bertambah, sebagian penduduk akan pindah keluar kampung untuk menjaga keseimbangan.
 |
| Anyaman warga kampung naga |
 |
| Opak ketan klik 👆 u/ pembelian |
Penduduk Kampung Naga membuat kerajinan dari bambu, anyaman, dan kain tradisional yang dijual sebagai oleh-oleh. Anda bisa membeli barang-barang seperti tikar, tas, atau gantungan kunci yang unik dan autentik.
 |
| Kerajinan warga kampung naga |
 |
| Tutug oncom khas tasikmalaya klik 👆 u/ pembelian |
Ada beberapa area yang dianggap sakral, seperti bale adat (tempat pertemuan adat) dan pemakaman leluhur. Pengunjung dilarang memasuki area ini tanpa izin atau pemandu. Jika ingin menggunakan jasa pemandu lokal, siapkan biaya tambahan (umumnya sekitar Rp50.000–Rp100.000, tergantung kesepakatan).
 |
| Chocodot cokelat dodol klik 👆 u/ pembelian |
Kampung Naga adalah bukti nyata bagaimana masyarakat modern tetap dapat mempertahankan tradisi dan kearifan lokal di tengah gempuran zaman. Mengunjungi Kampung Naga tidak hanya memberikan pengalaman berwisata, tetapi juga pelajaran berharga tentang kehidupan yang sederhana, harmonis, dan penuh makna. Jadi, jika Anda berada di Tasikmalaya, jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi keindahan dan keunikan Kampung Naga.
No comments:
Post a Comment